Mendaki gunung adalah salah satu pilihan menarik untuk menghabiskan waktu liburan. Dengan mendaki gunung, kamu bisa menemukan berbagai hal yang belum pernah kamu temukan sebelumnya.

Kalau kamu pernah nonton film 5 cm, kamu pasti bisa melihat betapa bahagianya Pevita Pearce, Raline Shah, Herjunot Ali, Fedy Nuril, Denny Sumargo, dan Igor ‘Saykoji’ saat mendaki gunung Semeru di Jawa Timur.Jadi, mendaki gunung adalah kegiatan yang sangat direkomendasikan untuk dilakukan minimal sekali seumur hidup.

Dari sekian banyak gunung yang ada di Indonesia, kamu tidak perlu mengunjungi semuanya karena hal itu membutuhkan waktu, tenaga, dan biaya yang sangat besar. Tapi setidaknya, kamu bisa mencoba mengunjungi gunung-gunung di Indonesia yang mempunyai pesona berbeda dari gunung lainnya. Berikut daftarnya:

Gunung Rinjani

Gunung yang terletak di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) di Lombok ini disebut banyak pendaki sebagai gunung paling cantik di Indonesia. Bagaimana tidak, dari pertama kali kamu melangkahkan kai untuk mendaki sampai menginjakan kaki di puncak gunung setinggi 3.726 meter diatas permukaan laut (mdpl) ini, kamu bisa melihat banyak hal yang sangat memesona.

Ada padang savana berbukit yang bisa membawamu seolah berada di dunia Teletubbies, desa dengan aneka kebun dan sawah yang sangat subur dan sejuk, negeri di atas awan, sunrise dan sunset yang menawan, danau vulkanis bernama Sagara Anak sisa letusan dahsyat di abad ke 13 yang pernah membuat bumi menjadi gelap selama setahun, dan anak gunung Rinjani bernama gunung Baru Jari yang muncul di tengah danau vulkanis tadi.

Gunung Kelimutu

Gunung Kelimutu berada di desa Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende yang menjulang setinggi 1.631 mdpl ini memiliki puncak yang unik dan indah serta nilai spiritual yang sangat dipercaya masyarakat setempat.

kelimutu

Credit: pixabay

Di puncaknya, terdapat tiga danau vulkanis yang memiliki warna berbeda, antara lain warna Merah, Biru, dan Putih. Perbedaan warna pada ketiga danau tersebut diakbatkan oleh aktivitas vulkasnis yang terjadi di danau tersebut.

Menariknya, warna air pada setiap danau bisa berubah sewaktu-waktu. Sejak tahun 1915-2011, Balai Taman Nasional Kelimutu mencatat setidaknya terjadi 44 kaloi perubahan warna pada danau berwarna merah, 25 kali pada danau berwarna biru, dan 16 kali pada danau berwarna putih. Semua perubahan itu terjadi dengan pola dan waktu yang sulit ditentukan.

Dalam kepercayaan masyarakat setempat, nama Kelimutu diambil dari kata keli yang berarti gunung dan mutu yang berarti mendidik. Ketiga danau di puncak Kelimutu pun dianggap mewakili kehidupan di dunia lain.

Danau biru yang disebut Timu Nua Muri Koo Fai dianggap sebagai tempat persemayaman jiwa pemuda dan gadis yang sudah meninggal, danau merah yang disebut Tiwo Ata Polo dianggap tempat berkumpulnya jiwa-jiwa yang semasa hidupnya melakukan kejahatan, sedangkan danau putih disebut Tiwu Ata Mbupu atau tempat berkumpulnya jiwa orang tua yang sudah wafat.

Gunung Ijen

Terletak di Banyuwangi, Jawa Timur, gunung yang menjadi tempat penambangan belerang ini punya pemandangan yang sangat langka di dunia, yaitu adanya fenomena api biru di puncaknya yang muncul saat malam hari. hebatnya, banyak yang meyakini kalau fenomena api biru ini hanya terjadi di dua tempat di dunia.

Api biru ini di gunung setinggi 2.443 mdpl ini sebenarnya bukan api dalam arti yang sesungguhnya. Cahaya biru tersebut muncul akibat pertemuan antara gas yang muncul dari dalam tanah dengan oksigen yang ada di permukaan.

Menariknya, pemandangan yang terlihat dari api biru di Ijen ini akan semakin terlihat indah dengan hadirnya gugusan bintang yang berkelip saat langit cerah.

Pegunungan Jayawijaya

Gunung yang terletak di pulau Papua ini adalah dataran tertinggi di Indonesia yang menjulang lebih dari 4.000 mdpl. Di sini juga terdapat puncak Cartenz yang masuk dalam jajaran 7 puncak tertinggi di dunia atau yang dikenal dengan julukan The Seven Summits of The World.

Pegunungan Jayawijaya juga jadi satu-satunya dataran di Indonesia yang memiliki salju yang terkenal dengan sebutan salju abadi. Sayangnya, salju yang terdapat di pegunungan Jayawijaya sudah hampir lenyap akibat pemanasan global.

Bahkan banyak pendaki yang pernah pergi ke sana seperti Nadine Chandrawinata mengaku tidak menemukan salju tersebut di puncak Cartenz. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun membuat prediksi bahwa salju di Jayawijaya akan benar-benar hilang di tahun 2020 jika pemanasan global masih belum terkendali seperti sekarang.

So, sebelum menyesal, lebih baik segera Cek tiket murah pesawat dan dakilah gunung-gunung tersebut selagi mampu. Tapi jangan lupa,  Cek harga tiket pesawat di reservasi.com untuk mendapatkan tiket penerbangan ke bandara terdekat dengan keempat gunung tersebut dengan penawaran harga terbaik.